Siapa Bilang Sandal Jepit Aman untuk Kaki?

Sandal jepit memang merupakan alas kaki paling nyaman sehingga kita cenderung memakainya ke mana-mana. Bahkan di kantor pun orang sering menyembunyikan sandal jepit untuk dipakai saat tidak harus berada di luar ruangan. Namun, tanpa kita sadari, sandal jepit ternyata memberi pengaruh buruk terhadap kesehatan kaki! Bagaimana mungkin?

Justin Shroyer, asisten profesor kinesiology di University of Louisiana-Lafayette, mengatakan, sandal jepit yang baik seharusnya yang lebih mampu menahan kaki pada alasnya. Untuk itu, pakailah sandal jepit dengan penutup tumit dan lengkungan pada telapak kaki (mengikuti kontur pada telapak kaki). "Semakin jarang kaki Anda bergeser, semakin baik kaki dan tungkai Anda," katanya.

Penemuan ini didapatnya setelah mempelajari lebih dari 100 orang yang mengenakan sandal jepit, dan mengamati bagaimana sandal tersebut memengaruhi kaki dan tungkainya. Penemuannya tersebut dipresentasikan di pertemuan tahunan American College of Sports Medicine di Baltimore. Ingin tahu apa kesimpulan dari penelitiannya?

* Ketika kita mengenakan sandal jepit, otot-otot pada bagian depan tulang keringnya (tibialis anterior) bekerja lebih keras daripada ketika kita bertelanjang kaki. Peningkatan aktivitas otot ini kemungkinan terjadi karena jari-jari kaki mencoba menjepit sandal supaya sandal tidak "lari" ke mana-mana.

* Sandal jepit memendekkan langkah kita, dan menyebabkan rasa sakit pada bagian kaki yang lebih rendah.

* Sandal jepit yang dilindungi dengan penutup tumit dan lengkungan pada telapak kaki bisa membantu Anda berjalan lebih natural, lanjut Shroyer. "Semakin sandal ini mampu menyesuaikan kaki Anda, semakin baik juga kondisi kaki dan tungkai Anda. Jika sandal itu longgar, kaki harus bekerja lebih keras untuk menjaga sandal tidak lepas."

Penelitian Shroyer didukung oleh Dr Rock Positano. Direktur Non-surgical Foot and Ankle Service di Hospital for Special Surgery ini mengatakan, tanpa dukungan solid di bawah kaki, kaki akan kehilangan kemampuan meredam kejutan. Kaki bagian bawah, tulang kering, lutut, pinggul, dan punggung harus bekerja ekstra untuk mendukungnya.

Menurutnya, beberapa tipe patologis kaki (seperti telapak yang memiliki lengkungan, atau telapak yang rata) membuat orang mudah terkena masalah pada kaki dan pergelangan. Beberapa problem jangka pendek yang akan dialami, contohnya, rasa sakit pada tumit atau telapak, urat, dan tulang kering, serta keseleo, atau cedera pada jari kaki. Sedangkan problem jangka panjang kemungkinan retak, ibu jari membengkak, jari kaki bengkok, atau pertumbuhan tumor pada saraf kaki.

Shroyer tidak menyarankan memakai sandal jepit jika kita hendak berjalan dalam jarak jauh. Hal ini akan menyebabkan otot tulang kering bekerja makin keras. Akan lebih baik bila kita mengenakan sepatu olahraga dengan struktur yang baik. Selain itu, pilihlah sandal jepit dengan tali yang lebar. "Tetapi, kalau Anda hanya berjalan dari mobil ke pantai, atau ke kolam renang, pakai sandal jepit sih oke-oke saja," paparnya.

Meskipun paparan ini merupakan hasil studi para ahli, kita tidak perlu langsung berhenti memakai sandal jepit. Ikuti saja tips untuk memilih sandal jepit yang lebih aman, dan bagaimana mengenakannya untuk menghindari cidera pada kaki.

1.  Hindari sol yang tipis
Banyak cidera kronis pada kaki yang disebabkan oleh kurangnya dukungan pada sol, seperti tendonitis atau telapak kaki yang datar. Sol yang terlalu lunak sehingga mudah dilipat jadi dua juga tidak baik, karena menurut APMA menandakan bahwa sandal itu tidak memberikan peredam goncangan atau pelindung telapak kaki. Kalau Anda memang hobi memakai sandal jepit, pilih yang solnya kuat, lebih tebal di sekitar lengkung telapak kaki sehingga mengikuti kontur kaki. John Whyte, MD, Chief Medical Expert dan VP of Health and Medical Education di Discovery Channel, juga memeringatkan bahwa sepatu yang bersol datar menyebabkan otot-otot betis memanjang, menambah stres pada urat keting, dan nyeri pada tulang kering.

2. Pilih yang tidak longgar
Seringkali kita memakai sandal jepit yang agak longgar, sehingga otot-otot kaki harus bekerja keras agar sandal tidak lepas saat kita berjalan. Menurut Whyte, banyak pemakai sandal jepit yang menggunakan jari-jari kakinya untuk mencengkeram sandal, sehingga memperpendek langkahnya dan menyebabkan otot menegang dengan cara yang tidak natural. Kalau kita butuh sepatu atau sandal yang ramah udara panas, pilih saja sandal yang memiliki lekukan pada tumit atau yang memiliki tali pada pergelangan kaki, sehingga membantu mencegah sandal lepas. 

3. Jangan menggunakan sandal jepit untuk aktivitas yang berat
Menurut beberapa ahli penyakit kaki, sandal jepit paling menyebabkan kerusakan karena kita terlalu sering memakainya, atau mengandalkannya untuk aktivitas yang berat. Sandal jepit lebih cocok dikenakan untuk ke pantai atau kolam renang saja, bukan untuk berjalan kaki dalam waktu yang lama. Sandal jepit bisa menyebabkan kaki rata bila dikenakan sepanjang waktu. Ketika telapak kaki menjadi rata, pergelangan kaki menekuk ke dalam, sehingga menambahkan tekanan pada lutut dan punggung bagian bawah.

4. Hati-hati dengan bahan bakunya
Banyak sandal jepit yang dibuat dari plastik atau karet yang bila terjadi gesekan bisa menyebabkan kaki melepuh. Selain itu, karena kaki kita cenderung terkena udara dan tanah, bagian yang melepuh ini bisa menyebabkan infeksi. Pilih sandal dengan tali dari kulit atau kain yang lebih lembut untuk kaki.

So sekali lagi, siapa bilang (semua) sandal jepit aman untuk kaki?

Selamat hari Jumat everyone!

Nisaa

Courtesy http://female.kompas.com/  

0 comments:

Post a Comment


up