Kamu.

Hey kamu, iya kamu. Tidakkah kamu merasa tiap kali kita ketemu, selalu ada rasa canggung antara kita, terutama kalau ada pembicaraan yang berkaitan dengan Dia. Tiap kali Kamu mengetik pesan atau menerima telepon dan wajahmu mendadak datar plus suaramu merendah aku selalu berasumsi itu dari Dia. Aku beberapa kali mencoba menanyakan secara halus ada hubungan apa antara Kamu dan Dia. Tapi Kamu selalu menghindar dan mengatakan tidak ada apa-apa. Sampai akhirnya suatu ketika Aku mencoba konfirmasi ke Kamu, Kamu menjawabnya dengan ketus. Aku sampai sekarang tidak pernah melupakan respon intonasi suara dan mimik wajahmu menjawab pertanyaanku.

Kalau memang ada hubungan yang lebih dari sekedar teman, kenapa tidak berterus terang? Interaksi Kamu dan Dia intim sekali di social media. Terutama Dia ke Kamu. Ketidak-terusterangan ini menyebabkan timbulnya rasa su'udzon. Hey Kamu, susaaaah sekali rasanya Aku berhusnudzon ke Kamu, juga ke Dia dalam hal apapun.

Dan dua hari lalu aku melihatmu bersama Dia. Kalian jalan beriringan. Dekat sekali.

Nisaa.

2 comments:

uteute said...

this is like what we've seen 'that day'

dieta sudarma said...

i guess i know who hmm *sotoy

Post a Comment


up