Penggunaan Antarmuka pada Mobile Device


Mark Weiser memperkenalkan istilah ubiquitous computing  pada awal tahun 1990, yang mengacu pada penggunaan teknologi cerdas dalam skala kecil (intelligent small-scale technology) yang tertanam dalam lingkungan fisik yang menyediakan layanan yang berguna bagi orang-orang tanpa mengganggu aktivitas sehari-hari mereka. Dengan teknologi ini, orang dapat mengakses berbagai aplikasi dan layanan selama tersedia jaringan setiap saat dan setiap waktu. Ubiquitous computing adalah metode untuk meningkatkan penggunaan komputer dengan cara membuat banyak komputer tersedia di seluruh lingkungan fisik, namun secara efektif tidak terlihat oleh pemakai.

Sebuah perangkat bisa dikatakan sebagai mobile device jika memenuhi kriteria seperti mampu dibawa ke mana (ringkas); bisa menyediakan sumber energi sendiri (dalam jangka waktu tertentu) seperti baterai atau energy cell yang lain. Kriteria berikutnya adalah mampu menjalankan fitur komunikasi dan atau komputasi, seperti komunikasi suara, teks, maupun data.

Piranti komputasi bergerak yang ada saat ini, misalnya komputer palmtop, notebook, netbook, personal digital assistant (PDA), telepon seluler, dan pemutar musik memiliki banyak implikasi dalam perancangan antarmuka pengguna. Piranti-piranti tersebut umumnya memiliki kendala yang sama, yaitu bagaimana menyediakan layanan dan sumberdaya komputasi yang powerful melalui antarmuka yang relatif kecil, dimana tampilan visualnya sempit, fasilitas interaksi audio yang minim, serta teknik input yang terbatas.

Salah satu kendala yang sangat dirasakan oleh pengguna adalah keterbatasan ukuran/ volume battery. Telah banyak dilakukan penelitian untuk optimasi penggunaan energi pada piranti bergerak. Umumnya fokus pada aplikasi yang compute-intensiv, dan masih sedikit yang fokus pada aplikasi interaktif yang justru dominan pada komputer bergerak. Sistem pada komputer bergerak pada umumnya menggunakan graphical user interfaces (GUIs) untuk menangani interaksi manusia dan komputer.

#ATKSA

Kemaren malem ketemuan sama temen, adek tingkat, yang lagi kuliah kedokteran semester akhir.

Saya (S) : eh dek tau gak, si Lalala yang nikah bulan September kemaren, sekarang udah hamil loh!

Adek Tingkat Kedokteran Semester Akhir (ATKSA) : iyakah?! ya ampun cepetnya! ish aku malu loh mba kalo nanti udah nikah trus langsung hamil kayak gitu! malu betul!

S: hah? kok malu? kan udah halal.. ya gapapa dong..

ATKSA: ish malu lah! ntar orang2 pasti mikir, aku ngapain aja sama suamiku kok bisa hamil!! ish malunya.. trus nanti belom lagi kalo bilang ke bapakku.. kyaaaa!!!

S: *toyor ATKSA*

Kalo inget percakapan diatas saya jadi geli sendiri, adek saya si ATKSA ini kok ya kepikiran sampe sana. Hihihi. Tapi gapapa, entar kalo udah masanya juga si adek siap sendiri..  Ah semoga saya masih inget percakapan diatas pas si ATKSA lagi hamil, mau saya tanyain: "eh dek, kamu ngapain aja sama suamimu kok bisa sampe hamil?" :p

Traveling, Hujan, That's Amore

I found this interesting notes while blogwalking..



Oh men, jadi kepikiran.. Iya ya kapan terakhir saya traveling? Melakukan perjalanan beda kota.. Beda negara.. Selama ini saya cuma ngider di kota-kota itu-itu aja.. Pantesan ngerasa wawasan kurang growing, gak mekar (?), gak menguncup (??).. Ini must definitely masuk ke resolusi tahun 2013!

Eniwei my day has been gini-gini aja, lagi hormonal pula. Pengen keluar jalan-jalan tapi takut tergoda beli benda-benda lucu dan jajan cantik.. Jadilah di kosan aja, sembil nonton series, sambil baca novel detektif, sambil membantu yang butuh bantuan.. Oh ya, BANDUNG UDAH MAKIN SERING HUJAN! Alhamdulillaah.. Ini aja dari pagi cuaca mendung, hujan seharian.. Allahumma shoyyiban naafi'aa, ya Allah jadikan hujan ini hujan yang membawa manfaat..



"When the stars make you drool
Joost-a like pasta fazool
That's amore
When you dance down the street
With cloud at your feet,
You're in love.." 

Nisaa. 

up