F**king B**ch!

Rabu kemaren, yang mana di tanggal itu orang-orang pada heboh sama tanggal 121212 tapi bagi gue hari itu biasa aja, hari dimana gue ada kursus TOEFL di kampus jam 10 pagi :) Seperti biasa gue berangkat setengah jam sebelumnya, jalan kaki ke kampus dari kosan. Nah, kelas tempat kursus TOEFL ini adanya di lantai 5, di gedung yang gak ada liftnya. Jadilah gue MENDAKI (iya mendaki, bukan naik) tangga 4 tingkat.

Sampai di lantai 3, gue papasan sama segerombolan cowok. Salah satu dari mereka nginjek kaki gue, untungnya gue pake sepatu *menurut ngana*. Reflek gue liat orang yang nginjek kaki gue, si cowok ini bukannya minta maaf dia malah berseru, "FU**ING B**CH!!

I seriously can't believe what i just heard. Sekitar 3 detik gue terpaku. Gue gak pernah dimaki sekasar ini sama orang lain, dan ini makian gak pada tempatnya kan. Secara kaki dia nginjek kaki gue. Kalo mau ngikutin hawa nafsu, gue maunya ngelabrak balik gak terima dikatain kayak itu. Cowok ini harus dikasi pelajaran. Tapi, ah ada yang harus diluruskan. Sambil istighfar dalam hati, gue tarik cowok itu ke pojokan.
Gue : Sori lu gue tarik sebentar. Gini, kaki gue lo injek. Terus lo maki gue. Maksudnya apa ya?
Cowok Itu : *dengan muka datar* Eh itu refleks aja teh.
Si cowok ini bukannya minta maaf malah masang poker face. Gue mencoba husnudzon, mungkin dia gak tau arti "ucapan refleks"nya.
Gue : Lo tau gak arti makian lo ke gue? Itu kasar banget. Gak sepantasnya lo bilang kayak gitu ke gue, apalagi abis lo nginjek kaki gue.
Cowok Itu : Nyante kali teh. Lagian gue anak baru angkatan 2012. Iye deh, sori sori.. Itu kata-kata soalnya sering ada di film, jadi suka kebawa-bawa..
Gue : Gak ada hubungannya kali lo angkatan berapa. Gue bukannya mau ceramah, tapi ucapan reflek lo itu kasar banget. Dan gak ada orang normal yang terima dikatain kayak gitu. People judged by their behaviour. Jangan ngerasa keren niru dari apa yang lo tonton. Lo udah dewasa, CERNA dulu apa yang lo tonton, kira-kira cocok gak sama kultur disini. Kalo gue ngomong kayak apa yang gue tonton, reaksi orang kira-kira gimana. Next time, please be careful with your words.
Cowok Itu : Iya teh.. Maaf ya teh..
Dan udah aja, gue nerusin perjalanan gue mendaki ke lantai 5. Cowok itu juga berlalu. Gue gak nanya siapa namanya. Bahkan wajahnya pun sudah samar-samar. Tapi gue berharap apa yang gue bilang "nyampe" ke cowok itu. Wallahu'alam bis showab.


"The world suffers a lot. Not because of the violance of bad people, but because of the silence of good people."  ~ Napoleon

Nisaa.

0 comments:

Post a Comment


up