Prasangka

Berbeda jauh dengan suasana kereta AC pada umumnya, kereta ekonomi non-AC Jabodetabek yang lumayan panas hawa dalamnya. Penumpang saling dempet berdempet. Kebanyakan berdiri. Saling berusaha menyeimbangkan tubuh agar tidak terbawa godaan gerbong yang kadang berguncang.

Seorang eksekutif muda, berdiri di antara mereka. Sesak-sesakan dengan penumpang lain. Pakaiannya adalah jas elegan. Keringat terlihat beberapa tetes. Cukup bersih. Setidaknya, beda jelas dengan lainnya.

Lalu, ia membuka HP Tablet Androidnya. Besar. Lebih besar tentu dibanding HP umumnya. Ia memang sedang ada chat penting dengan para donatur. Chat tentang dana untuk membantu orang-orang kebanjiran.

Semuanya menoleh padanya atau meliriknya. Apa batin mereka?

Di pintu, ada seorang pemuda lusuh membatin, 'Huh, pamer dia dengan barangnya. Sudah tahu di kereta Ekonomi.'

Di belakang pemuda lusuh itu, seorang pedagang membatin, 'Mentang-mentang sekali HP nya seperti itu dipamerkan. Sudah tahu di kereta Ekonomi.'

Seorang nenek-nenek membatin, 'Orang muda sekarang, kaya sedikit langsung pamer. Naik kereta Ekonomi, pamer-pameran.'

Seorang emak-emak membatin, 'Mudah-mudahan suami saya ga senorak dia. Norak di kereta Ekonomi bukanlah hal terpuji.''

Seorang gadis ABG membatin, 'Keren sih keren, tapi ga banget deh sama gayanya. Kenapa ga naik kereta AC saja kalau mau pamer begituan?'

Seorang pencopet mengintai, 'Ini penghinaan buat gue. Seenggaknya gue ga bakal nilep barang terang-terangan. Nape ni orang ga naek kereta AC aje si? Pamer segala!'

Seorang pengusaha membatin, 'Sepertinya dia baru kenal 'kaya'. Atau dapat warisan. Hhh...andai dia merasakan jerih pahit saya jadi pengusaha; barang tentu saya tidak akan pamer barang itu di kereta Ekonomi. Kenapa tidak naik AC saja sih?'

Seorang ustadz kampung melirik, 'Andai dia belajar ilmu agama, tentu tidak sesombong itu. Urusan pamer, naiklah ke kereta AC.'

Seorang pelajar SMA membatin, 'Gue tau lo kaya. Tapi plis deh, lo ga perlu pamer gitu kalle' ke gua. Gua tuh ga butuh style elo. Kalo lo emang pengen diakuin, lo bisa out dari sini, terus naik kereta AC. Kalo gitu kan, lo bisa pamer abis. Di sono mah comfort gila. Illfeel gue.'

Seorang tentara membatin, 'Nyali kecil, pamer gede-gedean. Dikira punya saya tak segede itu. Kalau mau belagak pamer, pamer sekalian di kereta AC.'

Seorang penderita busung lapar membatin, 'Orang ini terlalu sombong, ingin pamer di depan rakyat kecil. Padahal kereta untuk orang semacam ini adalah kereta AC, bukan kereta ekonomi yang isinya rakyat kecil.'

Review Film Desember 2013

Udah di penghujung 2013 dan baru ngeuh kalo postingan tahun ini masih belum memenuhi target. Sebenernya banyaaak yang udah dituliskan di notes hape yang bisa dikembangkan dan dijadiin tulisan. Tapi karna kesibukan dan kemageran melanda, yaah beginilah jadinya, postingan blog hanya muncul kadang-kadang. Eniwei, template blog MKK baru loh! Nuansa ungu-ungu sendu gitu~ Setelah ngubeg2 google akhirnya nemu juga template tinggal-edit-sedikit-langsung-jadi yang sreg, alhamdulillaah *kibas jilbab*..

Kali ini mau posting review singkat film yang gue tonton di bulan ini. Urutannya random yah.. Here.

[1] 99 Cahaya di Langit Eropa (2013)
Cast : Acha Septriasa, Abimana Aryasetya, Raline Shah, Nino Fernandez, Dewi Sandra, Marissa Nasution, Alex Abbad, Geccha Tawara, Dian Pelangi
Genre : Drama
Runtime : 96 min.
Plot : Film ini menceritakan pengalaman nyata sepasang mahasiswa Indonesia, Hanum (Acha Septriasa) dan Rangga (Abimana Aryasetya) yang kuliah di Eropa. Bagaimana mereka beradaptasi, bertemu dengan berbagai sahabat hingga akhirnya menuntun mereka kepada rahasia besar Islam di benua Eropa. Film ini diangkat dari novel laris karya Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra, mengambil lokasi di 4 negara: Vienna (Austria), Paris (Perancis), Cordoba (Spanyol) dan Istanbul (Turki).

Review : Pertama kali gue nonton sama temen tanpa tahu ini film plotnya apa. Yang gue tau ini film based on novel yang sampe sekarang gue belom baca, haha. Gue waktu itu nonton cuma yaudalahya ngisi waktu, eh ternyata, di luar dugaan film ini bagus sodara-sodara! Gue sukaa banget karakter tokoh2 utamanya. Gue suka karakter Rangga (yang aktornya baru ini gue liat) yang menjiwai banget jadi mahasiswa muslim di Eropa. Karakter Rangga ini santun, cerdas (dia anak kesayangan prof nya), humoris, sabar, penyayang dan muslim taat. Tokoh Rangga sukses menjadi calon suami idaman wanita muslimah. Belum gue survey sih tapi gue liat sendiri waktu nonton. Banyak cewek-cewek yang menjerit kya-kya tertahan pas Rangga lagi flirting sweet sama istrinya. Termasuk temen gue, si P yang sampe udah kelar nonton pun masih senyum2 kebayang Rangga -_-*.

Selain Rangga gue juga suka sama karakternya muslimah Turki, Fatma Pasha yang diperankan oleh Raline Shah dan Marion yang diperankan oleh Dewi Sandra. Akting mereka berdua juga baik. Terutama Dewi Sandra yang cara ngomongnya pake aksen Eropa tapi gak too much, merdu deh.

Sepanjang film ini gue sangat termanjakan sama berbagai pemandangan indah di Eropa. Berkali-kali gue dibuat takjub sama keindahan arsitektur yang tersaji di film ini. Gue sampe berani bilang, ini film produksi Indonesia dengan sinematografi terbaik yang pernah gue tonton. Gak cuma itu, film ini juga membuka wawasan mengenai fakta sejarah yang terabaikan tentang kejayaan Islam di masa lalu. Humor yang disisipkan juga porsinya sesuai dan gak berlebihan, cukup ngebuat penonton terhibur. Terutama dialog Stefan (Nino Fernandez) dengan Rangga yang berkaitan dengan Islam. Semua ditampilkan sederhana namun sarat makna.

Dear Choco Chips Ice Cream..


Today I declare that I would never buy and/or eat ice cream with choco chips in it. I just realize that i must chew it well, like couple of times, before swallow it down. Na-aah, too much effort for just an ice cream.

Nisaa.

Random Desember

Lama nih gue gak posting postingan random. Tadi pagi gue baca di twitter ada artikel tentang misteri wanita yang lagi nenun kain (selanjutnya akan dipersingkat dengan:  Mbak Penenun) di duit lima ribuan. Pertamanya kayak aneh gitu, secara yaa tiap liat Mbak Penenun kayak yaa udahlah yaa itu lukisan cewek pada umumnya aja yang lagi nenun kain. Ternyata pemirsa, itu pake audisi casting segala loh!

Si Mbak Penenun ini terpilih dari 80 gadis yang ikut casting buat dijadiin gambar di pecahan uang lima ribuan. Dan huwawnya lagi, ada cerita di balik Mbak Penenun ini. Ibunya sih yang cerita, ceritanya ke wartawan bukan ke gue. Gue lupa siapa nama lengkap Mbak Penenun, tapi ibunya manggil Mbak Penenun ini Ceci. Oke karna sudah tau siapa nama asli Mbak Penenun, selanjutnya Mbak Penenun akan dipanggil: Mbak Ceci. Jadi ceritanya Mbak Ceci ini tipe gadis yang gak pernah ngerepotin orang tuanya, kuliah 4 tahun di Fakultas Ilmu Komunikasi UI dengan beasiswa. Sekarang Mbak Ceci ini umur 31 tahun, sudah nikah sama warga keturunan Amerika dan menetap di US. Pas ibunya ditanya kapan Mbak Ceci ke Indonesia lagi, si ibu bilang kalo Mbak Ceci itu gak bisa naik pesawat lebih dari 5 jam karna volume otaknya terlalu besar (?). Katanya lagi, itu karena Mbak Ceci itu kelewat pintar. Toefl nya waktu SMA 600, dan pernah jadi karyawan terbaik di salah satu perusahaan bergengsi US sana.

Mbak Ceci lagi nenun kain.
Gue penasaran lho jadinya, baru ini soalnya denger ada orang yang gak bisa naik pesawat lebih dari 5 jam karna volume otaknya kegedean. Muncul pertanyaan-pertanyaan kayak: Ketauannya pas apa kalo volume otaknya Mbak Ceci ini kegedean sampe gak boleh naik pesawat 5 jam? Kalo Mbak Ceci gak bisa naik pesawat lebih dari 5 jam, Mbak Ceci dari Indonesia ke Amrik pake transportasi apa? Mbak Ceci punya twitter gak ya, ah pengen nanya-nanya!

We Only Live Once.

Lagi terngiang2 banget sama lagunya Shane Westlife yang judulnya Once. Liriknya itu looh bikin semangat. Terutama dengerinnya pas lagi ngerjain laporan atau lagi milah2 kerjaan.


We worry about work, worry about money
worry if the punch line’s funny 
we worry if the sky is gonna fall 
we worry about winning, worry about losing 
worry about the roads we’re choosing 
we worry if that someone’s gonna call 

Mengapa Perempuan Juga Perlu Berpendidikan S2 dan S3?

Barusan saya dapet kiriman tulisan ini via email dari seorang teman. Rasanya sudah sering sih tulisan ini dishare di forum2/milis, tapi gak ada salahnya kalau saya posting lagi di blog saya, sekalian buat self reminder :) Ohya, redaksi tulisannya ada yang saya ubah sedikit seperti penggunaan tanda baca dan kata sambung supaya makin memudahkan untuk dibaca.

----------------------------------------------------------------

Waktu itu, sekitar tahun 2000, datang seorang mahasiswi kepada seorang dosen, dia menghampiri dengan wajah yang muram, dan berkata, “Pak, beasiswa Program Magister dan Doktor saya lolos”. Dan hanya itu saja kata2 yang keluar dari mulutnya, tanpa diikuti ekspresi apapun dari wajahnya. Mengingat di luar sana berjuta – juta orang memimpikan pencapaian ini. Sang dosen tertegun, kemudian berkata, “Bagus dong dek, kamu bisa bikin bangga banyak orang, itu merupakan jalan hidup yang sangat baik. Lalu apa yang membuat kamu terlihat bimbang dek?"

Akhirnya mahasiswi itu bercerita kepada sang dosen. “Pak, sekolah hingga S2 dan S3 merupakan cita-cita saya sejak kecil, ini adalah mimpi saya, tidak terbayangkan rasa bahagia saya saat memperoleh surat penerimaan beasiswa ini. Tapi pak, saya ini akhwat, saya wanita, saya bahagia dengan keadaan ini, saya tidak memiliki ambisi besar. Saya hanya senang belajar dan menemukan hal baru, tidak lebih. Saya akan dengan sangat ikhlas jika saya menikah dan suami saya menyuruh saya untuk menjadi ibu rumah tangga. Lalu, dengan semua keadaan ini, apa saya masih harus sekolah? Saya takut itu semua menjadi mubadzir, karena mungkin ada hal lain yang lebih baik untuk saya jalani...”

Sang dosen pun terdiam, semua cerita mahasiswinya adalah logika ringan yang sangat masuk akal, dan dia tidak bisa disalahkan dengan pikirannya. Dosen itu pun berfikir, memejamkan mata, menunggu Allah SWT membuka hatinya, memasukkan jawaban dari pertanyaan indah ini.

Update (Film) November

Bandung sekarang lagi hujan nih, malah udah 5 hari ini tiap hari hujan terus. Gak cuma Bandung, Jakarta Jogja Semarang juga sama. Kata di koran sih Indonesia memang sudah mulai memasuki musim penghujan. Alhamdulillah.. Seneng deh kalau hujan gini, bisa sering2 berdoa. Kan saat hujan turun itu termasuk waktu mustajab (terkabul) nya do'a. Selain itu kamar gue jadi super sejuk asik gitu, berasa pake ac.


Eniwei, mumpung lagi nganggur -karna biasanya jogging di sabuga, tapi karna hujan jadi libur dulu- gue mau update. Ini film2 yang gue tonton beberapa hari ini..

[1] About Time (2013)
Gue awal november kemaren nonton film ini di blitz pvj, About Time. Beuh ini film super bagus! Rasanya gue lamaaa banget gak nonton film drama-komedi romantis yang digarap sebagus itu. Gak heran sih secara ini creatornya sama kayak yang buat Love Actually sama Notting Hill. Gosh, how i love those movies!


Ini ceritanya tentang Tim (Domhnall Gleeson), cowok standar super biasa yang di umur ke 21 doi dikasih tau sama ayahnya kalau cowok di keluarga mereka punya kemampuan istimewa, bisa menjelajah waktu. Di perjalanan hidupnya si Tim ini ketemu and falling in love sama Mary (Rachel McAdams). Oh ya settingnya ini di Inggris, di Cornwall sama London. Pas pertama gue liat Tim gue langsung kebayang sama Weasley Brothers di film Harry Potter. Rambut merahnya itu lho.. Pas gue cek di imdb, ternyata bener si Domhnall ini yang jadi Bill Weasley.

Sebenernya cerita cowok yang bisa menjelajah waktu ini bukan hal baru, sebelumnya ada Time Traveler's Wife (2009). Novel laris yang akhirnya difilmkan tahun 2009 dan baru gue tonton 5 hari lalu. Abis ini gue ceritain. Eniwei  gue sukaaaa banget About Time. Alurnya emang agak datar, minim konflik; tapi gak ngebosenin. Lo gak perlu mikir nontonnya. So sweet and simple, yet you get something in the end. Iya, sebagus itu :) With heart touching soundtracks and perfectly cast actor, i strongly recommend this movie! Watch it with your loved ones :)


How long will I love you
As long you as starts are above you
And longer if I can
How long will I need you
As long the seasons need to
Follow their plan

Rating: 9/10

Syirik Mameen!

Sabtu ini gue udah lumayan produktif, pagi2 udah meeting projekan dilanjut sama kajian pekanan rutin, yang selanjutnya bakal gue bilang melingkar. Tadi materinya tentang hal-hal yang membatalkan syahadat. Gue sejujurnya udah dapet materi ini beberapa kali. Dari melingkar pas SMA juga udah dapet. Gue gak komplain loh ini, gue sih senang2 aja. Selain jadi pengingat, pasti ada ilmu yang baru secara yang menyampaikan berbeda. Tadi juga makin menyenangkan soalnya pekan ini hafalan hadistnya pendek, hadist arbain yg ke 16, yang tentang jangan marah itu lho. Eniwei gue bakal menceritakan ulang yang gue dapet tadi pagi. Sekalian membiasakan buat nulis. Soalnya kata nurlembeng, menulis itu bisa karena biasa.

Kenapa sih mesti tau apa2 aja yang bisa ngebatalin syahadat? Supaya kita terjaga dari hal2 itu. Soalnya yang namanya manusia suka gak sadar.. Emang apa sih konsekuensinya kalo syahadat kita batal? Amal ibadah kita gak keterima, status kita sama dengan kafir. Sholat, shodaqoh, perbuatan baik gak bakal dianggap. Aaa gue merinding. Ini kayak anologi itu lho yang kalo muslim angka '1', amal2 baik kayak sholat, zakat, amal baik dll itu angka '0' nya. Biarpun seseorang itu amalan baiknya segimana tapi kalo dia gak muslim yaa useless, karena deretan angka '0' sebanyak apapun gak akan berarti kalau gak ada angka lain.

Jadiii apa sajakah hal2 yang membatalkan syahadat? Ini dia diantaranya.

Outnumbered.


:(
Nisaa.

Antara Frame A3 dan Pendamping Hidup

Wowowow, lama juga yah saya gak posting blog. Biasaaa sibuk di dunia nyata *kibas jilbab* Mau cerita nih jadi kan minggu lalu saya dan beberapa orang temen ketemuan, terus seperti biasa end-up di tempat yg bisa buat ngopi dan ada sofanya, waktu itu saya lupa lokasinya di Ngopdul Dipati Ukur atau Kopi Progo, yang jelas waktu itu kita lagi sibuk sama gadget masing2, naah berkumandanglah lagu ini di kafe. Come Home nya One Republic ft. Sara Bareilles, dengerin deh.


Hello world
Hope you're listening
Forgive me if I'm young
For speaking out of turn
There's someone I've been missing
I think that they could be
The better half of me
They're in they're in the wrong place trying to make it right
But I'm tired of justifying
So I say you'll

[Chorus]
Come home
Come home
'Cause I've been waiting for you
For so long
For so long
And right now there's a war between the vanities
But all I see is you and me
The fight for you is all I've ever known
So come home


Karena waktu itu kita pada diem, jadinya pas lagu ini berkumandang, kita semua jadi nyimak. Pas lagu berakhir kita langsung saling pandang, nyengir, sambil komen, "Meeen lagu ini apeu bangeet! Aaa jodoh gue lagi dimanaa aaa!" Hahaha kita berempat memang pas lagi single, dengan berbagai alasan: by choice (saya), baru putus karena orang tua gak setuju (sebut aja A dan B) dan single karna takdir (sebut aja namanya Cepi *haha gak disensor, ini kalau orangnya baca pasti saya langsung dipentung*). Waktu itu sih di saya efek lagu ini gak gitu lama, yaa 20 menitan ada kali ya :).

Sampai akhirnya beberapa hari kemudian si temen, yang inisialnya B nelpon malem2 bilang kalo doi masih kepikiran lagu itu HAHAHA. B ini cowok tangguh loh, demennya naik gunung, jalan kaki sambil bawa ransel gede, kalo makan di luar minumnya pasti kopi item; bukan milkshake strawberry.. Tapi ternyata hatinya pernah lemah juga, gegara lagu lagi! Eniwei, si B ini risau aja, gue selalu saranin B buat cepet nikah, toh udah lulus kuliah, udah berpenghasilan, tapi B ini karna ada sesuatu hal jadi gak bisa nikah dalam waktu deket, Jadinya gue saranin B buat banyak2 shoum sunnah, biar hatinya gak mudah risau :))) Saya menyarankan karena based on taujih ustad/ah entah  secara langsung ataupun dari bacaan, jadi bukan dari pengalaman pribadi. Karna -jujur- saya belum pernah ada thought yg membuat saya risau untuk segera menemukan pendamping hidup :)

Besoknya saya ke Bandara Soetta buat balik ke Balikpapan, temen sma saya nikahan. Saya dititipin frame gitu 2 biji ukuran A3 sama temen yg nikahan itu. Naaah disinilah saya kena batunya gegara ngetawain B. Si frame 2 biji ini rencananya mau saya taruh di bagasi kan biar gak repot saya bawa ke kabin, soalnya saya juga bawa laptop, eh tapi waktu check in kata petugasnya framenya dibawa aja ke kabin biar aman. Si frame ini gak berat sih, tapi karna lumayan lebar dan panjang (seukuran A3 dikasih kardus) jadi yaa lumayan rempong bawanya. Pas dari perjalanan dari check in ke waiting room, tiba2 terbersit thought, "Wah kalau punya pendamping pasti enak deh, framenya ada yang bawain, gak perlu repot2 bawa ginian sendiri lagi." Itu super random loh. Dan agak egois. Hahaha, perasaan pertama saya butuh pendamping hidup adalah pas saya bawa bawaan rempong di bandara. Saya langsung geli sendiri, pas duduk, saya langsung watsap B,
"bro, gue barusan ngerasain urgensinya punya pendamping hidup. wow, ternyata gini ya rasanya. wow." 
B jawab,
"oh ya? selamet ye. lu emang lagi ngapain kok sampe bisa mendadak kerasa gitu?"
saya jawab,
"tadi gue pas lagi bawa frame lukisan dari check in ke waiting room, gue tiba2 kepikir kalo gue punya pendamping hidup pasti hidup gue enak, gak bawa2 rempong kayak gini. pasti semuanya dibawain."
ini tanggapan B:
".......... speechless gue. beneran dah nis gue banyak2 berdoa buat calon pendamping hidup lu. semoga stok sabarnya dia banyak. kalo orang2 umum stok sabarnya ada 5 tera, calon suami lo minim stoknya 15 tera."

*toyor virtual B* Eniwei, itu cuma keinginan sesaat kok. Sekarang udah gak urgent lagi, mungkin karna lagi gak bawa bawaan rempong :p

Nisaa.

The reason why i love "How I Met Your Mother" so much


is because it's all flash back from the future, but it's to the present. so it helps me to realize that the past is now, and these are all the great memories and it reminds me to really enjoying my life and be present for my life cause these are gonna be my memories. :)

Mbah Jo

Saya lagi nonton The Voice season 4 episode 21, disitu ada salah seorang kontestan asuhannya Blake Shelton yang nyanyiin lagu "Grandpa (Tell Me 'bout The Good Ol' Days)". Saya dengar liriknya, wow kok bagus ya.. Simple yet beautiful. Pas digugling ternyata itu lagu jadul dari The Judds.


Grandpa, tell me 'bout the good old days 
Sometimes it feels like this worlds gone crazy 
Grandpa, take me back to yesterday 
When the line between right and wrong 
Didn't seem so hazy 

Did lovers really fall in love to stay 
And stand beside each other, come what may 
Was a promise really something people kept 
Not just something they would say 
Did families really bow their heads to pray 
Did daddies really never go away 
Oh, grandpa, tell me 'bout the good old days 

Ah saya jadi inget kakek di Samarinda, i call him "Mbah Jo". He really likes telling me story. Mostly about his old days. Kakek saya cerita bagaimana hidup di jaman Belanda masih menjajah, masa kemerdekaan, pun ketika Jepang masih menjajah. Bagaimana dulu ketika baru merdeka, dimana banyak teman-temannya yang memalsukan identitas dengan mengaku lulusan setara SMP/SMA agar dapat menduduki posisi pemerintahan, Mbah Jo tidak mau seperti itu. Mbah Jo tetap mengaku lulusan Sekolah Rakyat. Kata Mbah Jo, "Saya gak mau ngasi makan keluarga saya dari ketidakjujuran."

Yang saya ingat lagi dari Mbah Jo adalah di usianya yang menginjak 75 tahun ini Mbah Jo selalu ingin bekerja. Beliau gak pernah mau diam. Padahal semua anak-anaknya sudah mapan dan rutin memberi uang. Entah baikin sepeda orang (Mbah Jo punya bengkel kecil-kecilan), berkebun, ke pasar dan lain-lain. Saya jarang sekali melihat Mbah Jo santai di rumah. Padahal ibaratnya di usia yang sudah segitu wajar kan ya kalau stay di rumah, gak usah kerja.

Ah, saya kangen sekali sama Mbah Jo. Setiap kali nelpon, selalu saya speechless karena menahan tangis mendengar ucapannya. Ucapannya selalu berisi untaian doa dan harapan. Agar saya baik-baik disini. Agar saya menjaga hubungan baik dan selalu santun dengan tiap orang yang saya kenal. Agar saya giat belajar supaya bisa dapat kerjaan baik, supaya bisa berbakti kepada orang tua.. Ya Rabb, sungguh hamba rindu dengan Mbah Jo. Rabb, panjangkan umurnya.. Berikan kesehatan padanya.. Izinkan hamba untuk sempat membuat beliau bangga.. Mohon dengan sangat ya Rabb.. Kabulkan ya Rabb.. Aamiin.

Nisaa.

Movie Review: Before Sunrise (1995) and Before Sunset (2004)

Apa rasanya nonton film berdurasi hampir 2 jam yang isinya kedua tokoh utamanya ngobrol doang? Bosen? Iya, gue juga gitu mikirnya. Itu sebelom gue nonton Before Sunrise dan sekuelnya, Before Sunset. Ohmen, ini film super bagus dua ribu tiga belas! Seriusan, ini gue gak lebay. Banyak yang bilang, film ini adalah film ter-romantis sepanjang masa~ Rating Before Sunset di romat (Rotten Tomatoes) aja 100%, kalau Before Sunrise 95% *yeah gue emang anak romat abis*. Dengan rating segitu tingginya, ini film wajar jadi film wajib nonton kan ya..


Before Sunrise ceritanya tentang Jesse (Ethan Hawke), pemuda Amerika yang abis euro trip. Di kereta, si Jesse ketemu sama Celine (Julie Delpie), cewek Perancis yang habis nengok neneknya di Budapest. Setelah ngobrol berapa menit di resto kereta, si Jesse ngajakin Celine buat keliling Vienna sampai sebelom penerbangan besok pagi balik ke Amerika. Awalnya Celine ragu, tapi akhirnya setuju. Nah, berpetuanglah mereka berdua. Sepanjang perjalanan mereka ngobrol panjang lebar. Literally ngobrol. Konten obrolannya pun cerdas, dari mulai hal remeh temeh sampai kehidupan. Kalaupun tentang cinta, bukan konsep cinta dangkal yang diomongin. Ah nonton sendiri deh, kalau gue kasitau jadi spoiler. Gue menikmati banget setiap detiknya mereka ngobrol. Menurut gue, yang jadi Jesse sama Celine ini chemistry-nya luar biasa. Mereka kayak potongan puzzle yang posisinya bersebelahan. Klop.
"You know what drives me crazy? It's all these people talking about how great technology is, and how it saves all this time. But, what good is saved time, if nobody uses it? If it just turns into more busy work. You never hear somebody say, "With the time I've saved by using my word processor, I'm gonna go to a Zen monastery and hang out". I mean, you never hear that." - Jesse
Di film ini gak ada dialog menye-menye khas film romance amerika. Lu bakal terkesima sama dialog cerdas di tempat kejadian yang sering kita temuin sehari-hari. Entah jalanan, tempat makan, kafe, dan lain-lain. Film ini berhasil memotret sudut-sudut Vienna dengan apik. Gue suka banget sama kilasan tempat ngobrol Jesse dan Celine di Vienna yang diputar di ending film. Nostalgic. Seperti yang gue bilang, tempat mereka ngobrol gak spesial atau gimana, tempat biasa aja. Tapi bagi kita yang udah menyaksikan film ini, begitu liat tempat-tempat itu jadi berasa spesial, ada kisahnya. Sama aja kayak tiap orang yang punya tempat-tempat yang memorable padahal bagi orang lain biasa aja. We feel special about certain place that only US can feel it. Itu salah satu hal yang berhasil disampaikan secara gak langsung sama film ini.

Oh, Sunday.

Sunday is the day when we suddenly have the magical capability of staring back pretentiously while asked, "HAH? Jam segini belom mandi?" - @NYLYS

The Mentalist


I decided i'm not gonna watching The Mentalist anymore after this fifth season. I did not enjoy this season at all. The episodes are starting to get boring and tiring. I think the writers are starting to run out of good story lines for episodes. And the Red John case? Pfft, even I don't really care who Red John is anymore.

Couple years ago when i start watching this show i'm amazed how the Patrick Jane character works. His reformed flimflam man takes a cool, roguish pleasure in solving murders by reading the same tells and tics he once used to con people into thinking they were talking to dead loved ones. The joy is Jane's sheer satisfaction in figuring out who is the murder, he'd be glad to throw in the embarrassing revelation as a freebie. There something delightful for me about how Jane looks at the rest of us as simple machines whose gears he can see whirring on the surface.

But that delightful days is over. Good bye, Patrick Jane! I'm not gonna watch you anymore!

Nisaa.

Mau?


Atmosphere Resort Cafe

Bulan Januari kemaren, sepupu gue yang sekolah di Krida ulang tahun yang ke-16. Doi minta sama ortunya buat dirayain di Atmosphere. Gue sebagai sepupu sekota tentu dateng dong haha. Seumur-umur gue di Bandung baru ini gue masuk ke resto ini. Seringnya mah ngelewat doang kalo pas ganti angkot ke Buah Batu. Gue pikir ini resto kecil, eh ternyata pas udah masuk luas.. Ada outdoornya pula.

Ini penampakan outdoornya.
Makanan disini banyakan western. Harga cukup mahal. Apalagi kalo lo pesennya steak impor kayak gue :p. Oh ya, disini juga gue buat pertama kalinya ngerasain makanan perancis, escargot. Escargot ini makanan pembuka yang lazim di Eropa, bahan bakunya snail/bekicot. Escargot ini kaya protein dan zat-zat baik lainnya. Tapi barusan banget pas gue gugling escargot, gue nemu artikel ini, yang bilang kalo escargot itu haram. Aaaaa tidaak! Waktu itu gue makannya sebiji doang, disajiinnya di sendok gitu, itupun makan karna dikasih sama tante gue. Hiks :(

Escargot seporsi.
Escargot tampak dekat
Teksturnya mentah, rasanya karna ada butter jadi yaa rasa butter. Masih bisa diterima sama lidah gue sih. Sepupu2 gue waktu makan, langsung dimuntahin lagi. Gak enak ceunah. Tapi yaa karna waktu itu gue belom tau kalo escargot hukumnya haram, jadi yaa sudahlah. Mari kita move on ke menu selanjutnya.

Appetizer: Zupa Soup
T-Bone Steak

Mochilok

Ini berawal dari ajakan temen-temen gue buat nyobain cilok bakar bbq di Sekeloa, namanya Mochilok. Tempatnya rumah gitu, masuk gang di samping Indomaret Sekeloa. Langsung kebayang kan ya cilok aja udah enak, apalagi kalo dikasih saus barbeque trus dibakar, waaaah pasti nyam nyam.. Pas sampai disana tempatnya yang gak seberapa besar sudah dipenuhi pembeli. Cilok bakar ini harganya Rp2000/tusuk. Cukup murah kan? Oia, selain cilok bakar, disini juga tersedia mochi eskrim. Varian rasanya banyak; ada coklat, vanilla, blueberry, green tea, dan lain lain.

Cilok Bakar BBQ!

Setelah menunggu 15 menit akhirnya pesenan kami datang.. Waah penyajian cilok bakar ini sangat menggugah. Rasanya pun seperti ekspektasi awal: enaaaaak! Pokoknya ini most wanted jajanan bandung dua ribu tiga belas deh! Hehe, buat penggemar kuliner, cilok bakar di Mochilok patut dicoba.

Kalau untuk mochi ice cream nya sih, disajikan beku gitu. Rasanya juga enak. Tapi ukurannya kecil bok! Satuannya Rp3500 dan Rp4500 kalau green tea. 

Cukup kecil kan ukurannya? :D

Rumah Lezat Simplisio

Tempat makan ini biasa disebut RumZat. Gue kesini waktu itu diajakin temen gue yang hobi bener kuliner disini. Udah lama sih sebenernya gue denger si Rumzat ini, secara endorse nya di twitter heboh bener.. Akun mereka @RumZatSimplisio ini demen nge-RT foto2 menu nya yang tampaknya lezat. Pertama kali dateng hmm tempatnya biasa aja, gak kayak kafe gaul di Bandung yang bener2 ngedekor jadi cozy cantik gimana gitu. In my opinion, RumZat ini cocoknya bukan jadi tempat nongkrong tapi jadi tempat buat makan aja.

Ini penampakan depannya.
Si RumZat ini taglinenya mengusung kuliner dunia. Jadi jangan kaget pas liat daftar menunya, tebel banget! Secara makanan asia-western semua ada disini.

Sampe dibuat file-box sangking banyaknya!
Naaah, ini pesenan2 gue sama temen gue. Gue review satu-satu yak..
Sup Miso apa ya, duh lupaa :p
Sebenernya gue lupa apa nama sup ini, pokoknya tahu sutra yg digoreng sebentar terus dikasih kuah yang menurut gue hambar. Definitely not yummy for my taste.

Topokki!

Mau?

Fried rice with rebon-shrimp and stringbean saute ala chef Gordon Ramsey plus kerupuk :)

Nisaa.

Salad Campur Baur

Habis maghrib seperti biasa perut already krucuk-krucuk, mikir deh masak apa ya yang gampang dan super cepat. Teringat punya wortel, buncis, pasta penne, telur ayam kampung; aah buat salad aja kali ya. Semuanya tinggal direbus doang, ditirisin, kasih minyak zaitun sedikit sama thousand island. Voila! jadi deh makan malam yang insya Allah sehat dan lezat!

Telur yg separuh lagi bentuknya sudah gak cantik, jadi disembunyiin di bawah gundukan salad :p

Di tengah2 makan, keinget punya jelly di kulkas, yaudah disatuin aja ke sini :p

Nisaa.

You, You, You, You, and You.

Maybe after you read you will say that, "yeah people come and go.." or "you just overreacted.." or "you such a drama-queen ." But this is how i feel. This few months, people that i used to be close now we become stranger to each other. We used to spend our time together, did all of those silly things, laughing and joking and telling all the details in our days freely. I mean, yes, i do know you graduate and you have those job, or you back to your homeland or you said that you busy adapting with your new life, bla bla bla. Argh, I really hate this situation.


If you go now
Please leave the light on
Just say goodbye now and leave
With you gone now
You've turn the right to wrong
It's getting hard now to breathe

If I break down
And you see me fading out
I know enough now to make it right
If I don't stop
I just keep on waiting up
Well I know enough to know I'll never make it right

(When the lights die - Boyce Avenue)

From me that miss you, a lot.

Nisaa.

Berkebun

Good afternoon, world!

Kalian lagi apa sekarang? Gue baru sampai kosan setelah 2 jam berdesak-desakan dengan 30-an cowok2 depan ruang dosen jurusan. Pengap, keringat, plus yang bikin eneg adalah selama kurun waktu itu gue menghirup aroma lelaki2 teknik yang jauuuh dari wewangian kalo mereka jumatan.

Pas sampe kosan tercenung eh ngeliat grow kit samping tv yang dikasih sama temen2 pislopengaul *yes i know the name is so alay* waktu gue milad desember kemarin. Tercetus lah ide buat berkebun. Sebenernya kata 'berkebun' kurang tepat sih, soalnya ini cuman ngaduk media tanam sama air trus ditaburin biji matahari doang. Tapi bercocok tanam seperti ini adalah terobosan besar di hidup gue. Secara selama ini hubungan gue sama dunia tanam menanam gak pernah happy ending.

Yang pertama itu waktu ada tugas nanem kecambah pas pelajaran biologi smp. Masing-masing anak di kelas punya polybag yang dikasih nama terus diisi tanah sama kacang hijau. Tanah sama kacang hijau ini dibeli massal sama ketua kelas. Udah aja masing-masing anak nanem trus ditaruh di dalem lemari kelas. Dua minggu kemudian guru biologi ngecek polybag di lemari. You know what? Dari 40 anak di kelas, 39 polybag sudah tumbuh kecambah. Kecuali punya gue yang polybag nya masih sama kayak 2 minggu lalu, even tunas pun gak muncul! Guru Biologi gue langsung aja amazed, baru ini katanya dia belasan tahun ngajarin praktek ini, ada biji kacang hijau yang gak tumbuh..

Terus ada lagi ini kejadian waktu di rumah. Papa sama Umi gue sukaa banget sama tetumbuhan. Kalo papa sukanya nanem buah yang menghasilkan. Kayak aneka pisang, mangga, jambu bangkok, belimbing, dll. Kalo Umi sukanya nanem tanaman hias yang warnanya hijau sama bumbu dapur. Nah, waktu itu gue disuruh ngelempar apa itu ya semacam jahe lengkuas sama bawang ke pot panjang yang isinya tanah plus pupuk. Pokoknya Umi kalo nanem bumbu dapur tinggal lempar aja ke pot itu, beberapa minggu kemudian udah aja tumbuh. Dan selalu tumbuh. Udah aja gue ikutin cara nanemnya. Minggu-minggu berlalu sampe sebulan lebih, di pot panjang itu gak ada tanda-tanda kehidupan. Umbi-umbian yang gue lempar teronggok gitu aja di pot, hanya membusuk dan gak tumbuh jadi tanaman. Sejak saat itu, Umi gak pernah nyuruh gue buat ngelempar umbi-umbian ke pot panjang lagi..

Masih ada sih beberapa cerita lainnya, kayak nanem bugenvil, nyangkok mangga manalagi, dan lain-lain tapi kalo gue ceritain semua makin merana gue nya. Kita harus move forward, betul? Bismillah, semoga sunflower grow kit nya bisa tumbuh.. Apalagi ini ada guarantee nya: Pasti Tumbuh. Optimis!

Penampakan

Tuh ada garansinya di pojok kanan atas :)

Keliatannya kayak kebanyakan air kan? Tapi percayalah ini sudah sesuai petunjuk, perbandingan tanah sama air 1:2

Hap Hap, mari kita melompat (?),

Nisaa.

Best Feeling in the World


in my room when rainy days and no having a rush to go outside.

the first bite of a meal when i'm hungry to the max.

crawling in bed after a long day.

having a cup of hot black coffee and good book in cozy coffee shop.

watching people eat the meal i cook for them.


so, what's yours? :)


Nisaa.

Untitled

Rabb, aku cuma ingin dipeluk. Yang erat, please.

Nisaa.

Good Morning!


The piano strains in those video totally makes me more cheer up this morning! ThePianoGuy is making cover of Elvis number: Can't Help Falling in Love. Soo beautiful!


Hope everything will be going as planned today :),

Nisaa.

Lagu Suram: Never Bloom Again - The Perishers


Beberapa waktu lalu iseng nonton salah 1 episode Greys Anatomy secara random, pas adegan apa gitu nemu lagu ini. Karna nadanya enakeun, saya gugling dan akhirnya nemu judulnya: Never Bloom Again. Yang nyanyi The Perishers. Gue dengerin lagunya sampe abis kan, dan yak gue nobatin ini lagu dengan tersuram. Ini petikan liriknya:
Lighting struck, now its silent and dark
Like to try to light a candle
But for that I'd need a spark

Our luck changed, dont know what
Dont know when, 
but it changed, and now its hard
Not to dwell on memories

I know we'll grow, but we'll never bloom again
I'm sure we'll grow, but we'll never bloom again.

Dari awal dia udah ngedeskripsiin sikon yang suram. Mulai dari suasana gelap yang sunyi, dia pengen nyalain lilin eh tapi dia gak bisa nyalain sendiri. Dia butuh korek. Etapi bukannya nyari penjual korek api ato delivery korek api dari warung sebelah (?) udah aja dia malah nyambungin keadaan itu sama nasib hidupnya. Pas reff  dia ngomong berulang kali kalo iya dia tau seiring berjalannya waktu semua akan tumbuh, bakal berubah tapi dia dan seseorang yang disebut sama dia "we" tetep gak akan akan bisa berkembang. Kesian kan?

"Kalau aku harus mengulangi hidup lagi, aku tetap akan memilih kamu.." ~ Ainun Habibie




Alhamdulillah akhirnya setelah sekian lama gue nonton pilem Habibie & Ainun jugaa! For free lagi, yeay. Emang ada hikmahnya gak pernah bisa tiap diajakin temen, eh sekalinya ada waktu luang gratisan lagi *grin*. Oh ya buat yang belom nonton *congkak* film ini sangat worth it buat ditonton di bioskop. Sinematografinya oke, akting pemainnya *ABANG REJAAAAK* sip, soundtracknya pun syahdu. Except few things that bothers me, the advertisements. Nempatin iklannya gak smooth, bikin yang nonton "ya ampyun iklan bener sik ini".

Hampir sepanjang film saya mengharu biru. Bercucuran air mata tiada henti. Udah aja banyak scene yang dramatis, lagi PMS pula. Itu kayak terang bulan yg dikasi topping susu kental manis plus keju *kemudian lost focus*

Pas nonton ini ada lagi yang ngeganjel di pikiran gue, kok ada adegan kissing ya? Kayaknya waktu kapan tau dulu gue pernah baca kalo salah 1 syarat dari Pak Habibie buat film ini itu gak ada adegan kissing. Emang sih kissing nya bukan yang pake nafsu, tapi tetep aja kan bukan mahram mereka *hening*.


up