Atmosphere Resort Cafe

Bulan Januari kemaren, sepupu gue yang sekolah di Krida ulang tahun yang ke-16. Doi minta sama ortunya buat dirayain di Atmosphere. Gue sebagai sepupu sekota tentu dateng dong haha. Seumur-umur gue di Bandung baru ini gue masuk ke resto ini. Seringnya mah ngelewat doang kalo pas ganti angkot ke Buah Batu. Gue pikir ini resto kecil, eh ternyata pas udah masuk luas.. Ada outdoornya pula.

Ini penampakan outdoornya.
Makanan disini banyakan western. Harga cukup mahal. Apalagi kalo lo pesennya steak impor kayak gue :p. Oh ya, disini juga gue buat pertama kalinya ngerasain makanan perancis, escargot. Escargot ini makanan pembuka yang lazim di Eropa, bahan bakunya snail/bekicot. Escargot ini kaya protein dan zat-zat baik lainnya. Tapi barusan banget pas gue gugling escargot, gue nemu artikel ini, yang bilang kalo escargot itu haram. Aaaaa tidaak! Waktu itu gue makannya sebiji doang, disajiinnya di sendok gitu, itupun makan karna dikasih sama tante gue. Hiks :(

Escargot seporsi.
Escargot tampak dekat
Teksturnya mentah, rasanya karna ada butter jadi yaa rasa butter. Masih bisa diterima sama lidah gue sih. Sepupu2 gue waktu makan, langsung dimuntahin lagi. Gak enak ceunah. Tapi yaa karna waktu itu gue belom tau kalo escargot hukumnya haram, jadi yaa sudahlah. Mari kita move on ke menu selanjutnya.

Appetizer: Zupa Soup
T-Bone Steak

Mochilok

Ini berawal dari ajakan temen-temen gue buat nyobain cilok bakar bbq di Sekeloa, namanya Mochilok. Tempatnya rumah gitu, masuk gang di samping Indomaret Sekeloa. Langsung kebayang kan ya cilok aja udah enak, apalagi kalo dikasih saus barbeque trus dibakar, waaaah pasti nyam nyam.. Pas sampai disana tempatnya yang gak seberapa besar sudah dipenuhi pembeli. Cilok bakar ini harganya Rp2000/tusuk. Cukup murah kan? Oia, selain cilok bakar, disini juga tersedia mochi eskrim. Varian rasanya banyak; ada coklat, vanilla, blueberry, green tea, dan lain lain.

Cilok Bakar BBQ!

Setelah menunggu 15 menit akhirnya pesenan kami datang.. Waah penyajian cilok bakar ini sangat menggugah. Rasanya pun seperti ekspektasi awal: enaaaaak! Pokoknya ini most wanted jajanan bandung dua ribu tiga belas deh! Hehe, buat penggemar kuliner, cilok bakar di Mochilok patut dicoba.

Kalau untuk mochi ice cream nya sih, disajikan beku gitu. Rasanya juga enak. Tapi ukurannya kecil bok! Satuannya Rp3500 dan Rp4500 kalau green tea. 

Cukup kecil kan ukurannya? :D

Rumah Lezat Simplisio

Tempat makan ini biasa disebut RumZat. Gue kesini waktu itu diajakin temen gue yang hobi bener kuliner disini. Udah lama sih sebenernya gue denger si Rumzat ini, secara endorse nya di twitter heboh bener.. Akun mereka @RumZatSimplisio ini demen nge-RT foto2 menu nya yang tampaknya lezat. Pertama kali dateng hmm tempatnya biasa aja, gak kayak kafe gaul di Bandung yang bener2 ngedekor jadi cozy cantik gimana gitu. In my opinion, RumZat ini cocoknya bukan jadi tempat nongkrong tapi jadi tempat buat makan aja.

Ini penampakan depannya.
Si RumZat ini taglinenya mengusung kuliner dunia. Jadi jangan kaget pas liat daftar menunya, tebel banget! Secara makanan asia-western semua ada disini.

Sampe dibuat file-box sangking banyaknya!
Naaah, ini pesenan2 gue sama temen gue. Gue review satu-satu yak..
Sup Miso apa ya, duh lupaa :p
Sebenernya gue lupa apa nama sup ini, pokoknya tahu sutra yg digoreng sebentar terus dikasih kuah yang menurut gue hambar. Definitely not yummy for my taste.

Topokki!

Mau?

Fried rice with rebon-shrimp and stringbean saute ala chef Gordon Ramsey plus kerupuk :)

Nisaa.

Salad Campur Baur

Habis maghrib seperti biasa perut already krucuk-krucuk, mikir deh masak apa ya yang gampang dan super cepat. Teringat punya wortel, buncis, pasta penne, telur ayam kampung; aah buat salad aja kali ya. Semuanya tinggal direbus doang, ditirisin, kasih minyak zaitun sedikit sama thousand island. Voila! jadi deh makan malam yang insya Allah sehat dan lezat!

Telur yg separuh lagi bentuknya sudah gak cantik, jadi disembunyiin di bawah gundukan salad :p

Di tengah2 makan, keinget punya jelly di kulkas, yaudah disatuin aja ke sini :p

Nisaa.

You, You, You, You, and You.

Maybe after you read you will say that, "yeah people come and go.." or "you just overreacted.." or "you such a drama-queen ." But this is how i feel. This few months, people that i used to be close now we become stranger to each other. We used to spend our time together, did all of those silly things, laughing and joking and telling all the details in our days freely. I mean, yes, i do know you graduate and you have those job, or you back to your homeland or you said that you busy adapting with your new life, bla bla bla. Argh, I really hate this situation.


If you go now
Please leave the light on
Just say goodbye now and leave
With you gone now
You've turn the right to wrong
It's getting hard now to breathe

If I break down
And you see me fading out
I know enough now to make it right
If I don't stop
I just keep on waiting up
Well I know enough to know I'll never make it right

(When the lights die - Boyce Avenue)

From me that miss you, a lot.

Nisaa.

Berkebun

Good afternoon, world!

Kalian lagi apa sekarang? Gue baru sampai kosan setelah 2 jam berdesak-desakan dengan 30-an cowok2 depan ruang dosen jurusan. Pengap, keringat, plus yang bikin eneg adalah selama kurun waktu itu gue menghirup aroma lelaki2 teknik yang jauuuh dari wewangian kalo mereka jumatan.

Pas sampe kosan tercenung eh ngeliat grow kit samping tv yang dikasih sama temen2 pislopengaul *yes i know the name is so alay* waktu gue milad desember kemarin. Tercetus lah ide buat berkebun. Sebenernya kata 'berkebun' kurang tepat sih, soalnya ini cuman ngaduk media tanam sama air trus ditaburin biji matahari doang. Tapi bercocok tanam seperti ini adalah terobosan besar di hidup gue. Secara selama ini hubungan gue sama dunia tanam menanam gak pernah happy ending.

Yang pertama itu waktu ada tugas nanem kecambah pas pelajaran biologi smp. Masing-masing anak di kelas punya polybag yang dikasih nama terus diisi tanah sama kacang hijau. Tanah sama kacang hijau ini dibeli massal sama ketua kelas. Udah aja masing-masing anak nanem trus ditaruh di dalem lemari kelas. Dua minggu kemudian guru biologi ngecek polybag di lemari. You know what? Dari 40 anak di kelas, 39 polybag sudah tumbuh kecambah. Kecuali punya gue yang polybag nya masih sama kayak 2 minggu lalu, even tunas pun gak muncul! Guru Biologi gue langsung aja amazed, baru ini katanya dia belasan tahun ngajarin praktek ini, ada biji kacang hijau yang gak tumbuh..

Terus ada lagi ini kejadian waktu di rumah. Papa sama Umi gue sukaa banget sama tetumbuhan. Kalo papa sukanya nanem buah yang menghasilkan. Kayak aneka pisang, mangga, jambu bangkok, belimbing, dll. Kalo Umi sukanya nanem tanaman hias yang warnanya hijau sama bumbu dapur. Nah, waktu itu gue disuruh ngelempar apa itu ya semacam jahe lengkuas sama bawang ke pot panjang yang isinya tanah plus pupuk. Pokoknya Umi kalo nanem bumbu dapur tinggal lempar aja ke pot itu, beberapa minggu kemudian udah aja tumbuh. Dan selalu tumbuh. Udah aja gue ikutin cara nanemnya. Minggu-minggu berlalu sampe sebulan lebih, di pot panjang itu gak ada tanda-tanda kehidupan. Umbi-umbian yang gue lempar teronggok gitu aja di pot, hanya membusuk dan gak tumbuh jadi tanaman. Sejak saat itu, Umi gak pernah nyuruh gue buat ngelempar umbi-umbian ke pot panjang lagi..

Masih ada sih beberapa cerita lainnya, kayak nanem bugenvil, nyangkok mangga manalagi, dan lain-lain tapi kalo gue ceritain semua makin merana gue nya. Kita harus move forward, betul? Bismillah, semoga sunflower grow kit nya bisa tumbuh.. Apalagi ini ada guarantee nya: Pasti Tumbuh. Optimis!

Penampakan

Tuh ada garansinya di pojok kanan atas :)

Keliatannya kayak kebanyakan air kan? Tapi percayalah ini sudah sesuai petunjuk, perbandingan tanah sama air 1:2

Hap Hap, mari kita melompat (?),

Nisaa.


up