Mengapa Perempuan Juga Perlu Berpendidikan S2 dan S3?

Barusan saya dapet kiriman tulisan ini via email dari seorang teman. Rasanya sudah sering sih tulisan ini dishare di forum2/milis, tapi gak ada salahnya kalau saya posting lagi di blog saya, sekalian buat self reminder :) Ohya, redaksi tulisannya ada yang saya ubah sedikit seperti penggunaan tanda baca dan kata sambung supaya makin memudahkan untuk dibaca.

----------------------------------------------------------------

Waktu itu, sekitar tahun 2000, datang seorang mahasiswi kepada seorang dosen, dia menghampiri dengan wajah yang muram, dan berkata, “Pak, beasiswa Program Magister dan Doktor saya lolos”. Dan hanya itu saja kata2 yang keluar dari mulutnya, tanpa diikuti ekspresi apapun dari wajahnya. Mengingat di luar sana berjuta – juta orang memimpikan pencapaian ini. Sang dosen tertegun, kemudian berkata, “Bagus dong dek, kamu bisa bikin bangga banyak orang, itu merupakan jalan hidup yang sangat baik. Lalu apa yang membuat kamu terlihat bimbang dek?"

Akhirnya mahasiswi itu bercerita kepada sang dosen. “Pak, sekolah hingga S2 dan S3 merupakan cita-cita saya sejak kecil, ini adalah mimpi saya, tidak terbayangkan rasa bahagia saya saat memperoleh surat penerimaan beasiswa ini. Tapi pak, saya ini akhwat, saya wanita, saya bahagia dengan keadaan ini, saya tidak memiliki ambisi besar. Saya hanya senang belajar dan menemukan hal baru, tidak lebih. Saya akan dengan sangat ikhlas jika saya menikah dan suami saya menyuruh saya untuk menjadi ibu rumah tangga. Lalu, dengan semua keadaan ini, apa saya masih harus sekolah? Saya takut itu semua menjadi mubadzir, karena mungkin ada hal lain yang lebih baik untuk saya jalani...”

Sang dosen pun terdiam, semua cerita mahasiswinya adalah logika ringan yang sangat masuk akal, dan dia tidak bisa disalahkan dengan pikirannya. Dosen itu pun berfikir, memejamkan mata, menunggu Allah SWT membuka hatinya, memasukkan jawaban dari pertanyaan indah ini.

Update (Film) November

Bandung sekarang lagi hujan nih, malah udah 5 hari ini tiap hari hujan terus. Gak cuma Bandung, Jakarta Jogja Semarang juga sama. Kata di koran sih Indonesia memang sudah mulai memasuki musim penghujan. Alhamdulillah.. Seneng deh kalau hujan gini, bisa sering2 berdoa. Kan saat hujan turun itu termasuk waktu mustajab (terkabul) nya do'a. Selain itu kamar gue jadi super sejuk asik gitu, berasa pake ac.


Eniwei, mumpung lagi nganggur -karna biasanya jogging di sabuga, tapi karna hujan jadi libur dulu- gue mau update. Ini film2 yang gue tonton beberapa hari ini..

[1] About Time (2013)
Gue awal november kemaren nonton film ini di blitz pvj, About Time. Beuh ini film super bagus! Rasanya gue lamaaa banget gak nonton film drama-komedi romantis yang digarap sebagus itu. Gak heran sih secara ini creatornya sama kayak yang buat Love Actually sama Notting Hill. Gosh, how i love those movies!


Ini ceritanya tentang Tim (Domhnall Gleeson), cowok standar super biasa yang di umur ke 21 doi dikasih tau sama ayahnya kalau cowok di keluarga mereka punya kemampuan istimewa, bisa menjelajah waktu. Di perjalanan hidupnya si Tim ini ketemu and falling in love sama Mary (Rachel McAdams). Oh ya settingnya ini di Inggris, di Cornwall sama London. Pas pertama gue liat Tim gue langsung kebayang sama Weasley Brothers di film Harry Potter. Rambut merahnya itu lho.. Pas gue cek di imdb, ternyata bener si Domhnall ini yang jadi Bill Weasley.

Sebenernya cerita cowok yang bisa menjelajah waktu ini bukan hal baru, sebelumnya ada Time Traveler's Wife (2009). Novel laris yang akhirnya difilmkan tahun 2009 dan baru gue tonton 5 hari lalu. Abis ini gue ceritain. Eniwei  gue sukaaaa banget About Time. Alurnya emang agak datar, minim konflik; tapi gak ngebosenin. Lo gak perlu mikir nontonnya. So sweet and simple, yet you get something in the end. Iya, sebagus itu :) With heart touching soundtracks and perfectly cast actor, i strongly recommend this movie! Watch it with your loved ones :)


How long will I love you
As long you as starts are above you
And longer if I can
How long will I need you
As long the seasons need to
Follow their plan

Rating: 9/10

Syirik Mameen!

Sabtu ini gue udah lumayan produktif, pagi2 udah meeting projekan dilanjut sama kajian pekanan rutin, yang selanjutnya bakal gue bilang melingkar. Tadi materinya tentang hal-hal yang membatalkan syahadat. Gue sejujurnya udah dapet materi ini beberapa kali. Dari melingkar pas SMA juga udah dapet. Gue gak komplain loh ini, gue sih senang2 aja. Selain jadi pengingat, pasti ada ilmu yang baru secara yang menyampaikan berbeda. Tadi juga makin menyenangkan soalnya pekan ini hafalan hadistnya pendek, hadist arbain yg ke 16, yang tentang jangan marah itu lho. Eniwei gue bakal menceritakan ulang yang gue dapet tadi pagi. Sekalian membiasakan buat nulis. Soalnya kata nurlembeng, menulis itu bisa karena biasa.

Kenapa sih mesti tau apa2 aja yang bisa ngebatalin syahadat? Supaya kita terjaga dari hal2 itu. Soalnya yang namanya manusia suka gak sadar.. Emang apa sih konsekuensinya kalo syahadat kita batal? Amal ibadah kita gak keterima, status kita sama dengan kafir. Sholat, shodaqoh, perbuatan baik gak bakal dianggap. Aaa gue merinding. Ini kayak anologi itu lho yang kalo muslim angka '1', amal2 baik kayak sholat, zakat, amal baik dll itu angka '0' nya. Biarpun seseorang itu amalan baiknya segimana tapi kalo dia gak muslim yaa useless, karena deretan angka '0' sebanyak apapun gak akan berarti kalau gak ada angka lain.

Jadiii apa sajakah hal2 yang membatalkan syahadat? Ini dia diantaranya.

Outnumbered.


:(
Nisaa.

up