Buat yang Anti Politik..


Sangat setuju sama apa yang dikatakan Bertolt Brecht di atas. Teman2 gue kebanyakan adalah yang gak ngerti dan gak (mau) tau politik. Kalo gue ajakin ngobrol tentang kebijakan pemerintah, partai A yang ganti pemimpin dll mereka kebanyakan merespon negatif tanpa bicara fakta.

"Yah politikus kan emang gitu nis, ujung2nya duit.."

"Ah semua partai sama aja, pas udah berkuasa mana inget sama rakyat.."

"Anggota DPR mana ada yang bener sih kerjanya, plesiran mulu ke luar negeri.."

Yang gue bingungkan mereka udah aja sebatas itu aja pemahaman tentang politiknya. Yang mereka ketahui tentang kondisi perpolitikan Indonesia mostly dengan baca judul berita di timeline twitter.. Tanpa mau mengkaji lebih jauh.. Ah kasihan.

Gue jadi inget waktu itu pernah dapet materi "Manusia Rabbani" di #melingkar. Manusia Rabbani ini adalah phrase yang ada di QS. Al Imran ayat 79.

"Tidak wajar bagi seseorang manusia yang Allah berikan kepadanya Al Kitab, hikmah dan kenabian, lalu dia berkata kepada manusia: "Hendaklah kamu menjadi penyembah-penyembahku bukan penyembah Allah." Akan tetapi (dia berkata): "Hendaklah kamu menjadi orang-orang rabbani, karena kamu selalu mengajarkan Al Kitab dan disebabkan kamu tetap mempelajarinya."

Nah apa yang dimaksud dengan "orang-orang rabbani"?

Secara umum, menurut para ulama yang dimaksud orang-orang Rabbani disini adalah orang yang sempurna ilmu dan taqwanya kepada Allah Swt. Sempurna ilmu maksudnya dalam hal ilmu keIslamannya, ilmu Islam yang luas mencakup Tauhid terhadap Allah Swt hingga ilmu muamalah sikap kita saat berhubungan dengan sesama manusia. Selain itu, setiap tingkah lakunya mencerminkan Al Quran. Segala bentuk amal dan kegiatan yang dilakukannya selalu didasari oleh ilmu, dan pastinya apapun yang dikerjakannya hanya mencari ridho Allah Swt. semata.

Nah makanya sering kita dengar istilah "Menuju Generasi Rabbani". Sudah seharusnya sebagai muslim kita mempunyai cita-cita ini.

Ada lagi penafsiran "orang-orang Rabbani" yang lebih membagi lagi jadi detail khusus dan banyak dijadikan acuan oleh para ulama moderat. Imam Ibn Jarir al-Thabari yang dikenal dengan sebutan Imamul Mufassirin mengatakan dalam kitab tafsirnya bahwa "Rabbaniyyin" adalah seseorang yang memenuhi beberapa kualifikasi yaitu:
  1. Faqih, dalam arti memahami agama Islam dengan sangat baik.
  2. 'Alim, memiliki ilmu pengetahuan
  3. Bashir bis siyasah, 'melek' politik
  4. Bashir bit tadbir, 'melek' manajemen
  5. Qaim bi syu-un al-ra'iyah bima yuslihuhum fi dun-yahum wa dinihim, artinya adalah melaksanakan segala urusan rakyat yang mendatangkan kemaslahatan mereka, baik dalam urusan dunia maupun agama

Buat kita generasi muda Indonesia, yang selama ini gak pernah tau gimana perpolitikan Indonesia, yuk cari tau, diskusi, apapun. Banyak informasi yang tersedia selama kita mau mencari. Apalagi kalau lo muslim. Karena gue muslim, gue sangat memilih untuk tidak buta politik.

Apalagi sekarang, Indonesia sebentar lagi akan memilih pemimpin untuk beberapa tahun ke depan. Please jangan golput. Pilih orang baik untuk jadi pengambil kebijakan di negeri ini. Pilih calon yang lo rasa tepat untuk dititipkan negara tercinta kita ini, Indonesia.

Ohya, dan gue salut sama anak-anak muda yang sudah punya pilihan politik, partai apapun; yakin serta teguh mendukung dengan argumen baik. Menurut gue, mereka adalah generasi optimis.

Eniwei, apapun hasilnya nanti, gue memilih menolak untuk buta politik dan gue mendukung orang baik untuk membawa perubahan bagi negara tercinta Indonesia.

Salam,

Nisaa.

1 comments:

Kiky Ramadhani said...

Pilih yg lebih baik diantara yg jelek sih. Soalnya emang gak ada partai yg sempurna.

yah, simpelnya, gak boleh golput. Nanti kalo golput gak punya hak buat ngomel selama 5 tahun kedepan. Hehehe

Post a Comment


up